BeritaBloraEkonomi

Sumur Minyak Rakyat Koperasi BME Catat Transaksi Rp2,8 Miliar per Bulan

×

Sumur Minyak Rakyat Koperasi BME Catat Transaksi Rp2,8 Miliar per Bulan

Sebarkan artikel ini
Sumur Minyak Rakyat yang dikelola Koperasi BME. (Istimewa)

Blora,– Pengelolaan sumur minyak rakyat dibawah pengelolaan Koperasi BME terus menunjukkan perkembangan positif. Nilai transaksi minyak dari Desa Plantungan tercatat mencapai sekitar Rp2,8 miliar per bulan, dengan total produksi sekitar 380 ribu liter.

‎Ketua Koperasi BME, Sutrisno, mengatakan capaian tersebut berasal dari produksi rata-rata sekitar 15 ribu liter per hari. Saat ini, pihaknya juga tengah mengajukan pencairan tahap kedua.

‎Dalam periode sekitar setengah bulan, produksi minyak dari Desa Plantungan tercatat mencapai sekitar 175 ribu liter dengan nilai transaksi kurang lebih Rp1,4 miliar.

‎”Untuk saat ini transaksi baru berasal dari Desa Plantungan. Pada Juni lalu nilai transaksinya mencapai sekitar Rp2,8 miliar dengan total produksi kurang lebih 380 ribu liter,” ujar Sutrisno.

‎Menurutnya, sejumlah wilayah lain juga memiliki potensi produksi yang cukup besar. Namun, masih terdapat kendala teknis yang menyebabkan hasil produksi belum dapat dipasarkan.

‎Di Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, misalnya, kandungan air dalam minyak masih cukup tinggi sehingga belum memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.

‎”Sebenarnya potensi produksinya cukup melimpah, tetapi kadar airnya masih belum memenuhi standar,” jelasnya.

‎Sementara itu, kualitas minyak dari Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, dinilai sudah baik. Namun, volume produksi belum mencapai batas minimal pengiriman, yakni 5.000 liter.

‎”Saat ini sumbernya masih tersendat. Produksinya baru sekitar 4.000 liter, sedangkan syarat minimal pengiriman 5.000 liter,” katanya.

‎Perkembangan positif juga terlihat di Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen. Setelah dilakukan perbaikan, salah satu sumur mampu menghasilkan sekitar dua bul dalam waktu lima hari. Capaian tersebut menjadi sinyal awal meningkatnya produktivitas sumur minyak di wilayah tersebut.

‎Sutrisno menambahkan, kerja sama antara Koperasi BME dan Pertamina beserta seluruh jajaran pengurus koperasi terus berjalan dengan baik. Pengajuan pencairan tahap kedua juga telah disampaikan.

‎Sementara itu, harga pembelian minyak untuk periode Juli ditetapkan sebesar Rp7.498 per liter. Koperasi berharap peningkatan produksi di sejumlah wilayah dapat terus dilakukan agar potensi sumur minyak rakyat mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah.

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *