BeritaBlora

Kepala SPPG di Blora Mendadak Mengundurkan Diri dan Hilang Kontak, Dapur MBG Langsung Tutup

×

Kepala SPPG di Blora Mendadak Mengundurkan Diri dan Hilang Kontak, Dapur MBG Langsung Tutup

Sebarkan artikel ini
Tampak sepi, SPPG Muraharjo Blora. (Istimewa)

Blora,– Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mendadak mengundurkan diri dan tidak dapat dihubungi. Akibat kondisi tersebut, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Muraharjo berhenti beroperasi selama sekitar sepekan.

‎Kepala SPPG Muraharjo, M. Abdul Toha yang diketahui berasal dari luar Pulau Jawa disebut meninggalkan lokasi dapur dan sempat berpamitan untuk menunaikan salat sebelum akhirnya tidak kembali ke lokasi pada Senin (13/7/2026). Saat itu pula dapur MBG baru kembali beroperasi setelah libur sekolah.

‎Tidak hanya hilang kontak dan tak bisa dihubungi, ternyata secara mendadak menyatakan mengundurkan diri (resign) secara sepihak dan resign pada siang harinya melalui surat resmi.

‎Seorang relawan, Barlan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan tidak adanya kepala SPPG membuat kegiatan di dapur berhenti saat memberikan keterangan, Minggu (19/7/2026).

‎“Sejak Senin Pak Toha sudah tidak ada di dapur. Dapur tidak berjalan,” ujar Barlan.

‎Kronologis Kejadian

‎PIC Yayasan Catur Pilar, Mei, menyampaikan terkait informasi tersebut membuatnya kaget, setelah mendapat dilaporkan dari Sobri, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Muraharjo.

‎“Siang itu Kepala SPPG M. Abdul Toha izin untuk salat dengan berjalan kaki, tetapi tidak kunjung kembali. Sampai sekarang yang bersangkutan juga tidak dapat dihubungi,” jelas Mei.

‎Pantauan di lokasi terkini, bangunan dapur MBG atau SPPG Muraharjo yang berwarna biru putih tersebut tamak sepi, tidak terlihat adanya aktivitas di dalamnya dan hanya sebuah mobil boks yang tampak terparkir di halaman SPPG tersebut.

‎Kepala SPPG Mengundurkan Diri (Resign)

‎Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran, Afif Ma’ruf, membenarkan bahwa Toha mengundurkan diri dan meninggalkan lokasi tanpa menunggu kepala SPPG pengganti untuk proses serah terima. Akibatnya, dapur produksi makanan bergizi gratis tersebut berhenti operasional sejak Selasa (14/7/2026).

‎“Ini murni kepala SPPG mengundurkan diri dan meninggalkan lokasi tanpa menunggu pengganti untuk proses serah terima. Karena kepala SPPG tidak ada, operasional dapur otomatis dihentikan sementara,” kata Afif.

‎Penyimpangan Keuangan

‎Afif juga memastikan tidak ada indikasi penyimpangan keuangan dalam kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pengelolaan keuangan SPPG menggunakan mekanisme pengawasan berlapis atau double control.

‎Dalam mekanisme tersebut, transaksi pada rekening virtual SPPG membutuhkan persetujuan dari dua pihak, yakni yayasan dan kepala SPPG.

‎“Tidak ada indikasi uang dibawa kabur. Sistemnya menggunakan maker dan signer. Kalau salah satu tidak ada, transaksi tidak dapat dilakukan,” tegasnya.

‎Pengunduran Diri Melalui Pesan Digital

‎Menurut Afif, surat pengunduran diri Toha dikirimkan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) pada sore hari, 13 Juli 2026.

‎Surat tersebut mencantumkan alasan pengunduran diri, salah satunya berkaitan dengan kondisi orang tua Toha yang berada di Jambi.

‎Afif mengatakan, sebelum surat tersebut dikirimkan, tidak ada pemberitahuan kepada pihak SPPG maupun Korcam.

‎“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Saya mengetahuinya dari Korwil setelah yang bersangkutan mengirimkan surat resmi pada sore hari,” ungkap Afif.

‎Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Korcam langsung membuat laporan khusus kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang pada 13 Juli 2026.

‎Laporan tersebut memuat kronologi kejadian sekaligus permohonan pergantian kepala SPPG agar operasional dapur MBG Muraharjo dapat kembali berjalan.

‎Afif berharap proses pergantian kepala SPPG dapat segera dilakukan sehingga program pemberian makanan bergizi gratis bagi masyarakat penerima manfaat tidak terganggu lebih lama.

‎“Saat ini kami masih menunggu proses dari pusat. Yang jelas kami sudah melaporkan semuanya dan berharap ada pengganti secepatnya,” pungkasnya.

‎Tanggapan Korwil

‎Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG, Artika Diannita, membenarkan telah menerima surat pengunduran diri dari Toha.

‎Beberapa saat setelah surat tersebut dikirimkan, Toha diketahui sudah meninggalkan lokasi tempatnya bekerja tanpa sepengetahuan Korwil, Korcam maupun mitra.

‎Artika mengatakan, dirinya belum sempat meminta penjelasan lebih lanjut karena Toha sudah tidak dapat dihubungi.

‎“Saat itu juga yang bersangkutan sudah tidak bisa dihubungi sampai sekarang. Saya sempat ingin datang ke dapur untuk menanyakan alasan pengunduran dirinya, tetapi tiba-tiba sudah tidak ada,” ujar Artika.

‎Menurut Artika, selama beroperasi, dapur MBG Muraharjo berjalan normal. Tidak ada persoalan terkait operasional maupun laporan dari penerima manfaat.

‎Alasan Pengunduran diri dan Kelanjutan SPPG

‎Ia menyebut alasan pengunduran diri Toha diduga berkaitan dengan kondisi orang tua yang berada di Jambi.

‎“Dari mitra, yayasan, dan SPPI tidak ada masalah. Kemungkinan yang bersangkutan ingin kembali karena orang tua sakit. Jarak penugasan di Blora juga cukup jauh,” jelasnya.

‎Pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada KPPG Semarang. Untuk sementara, operasional dapur dihentikan sambil menunggu proses pergantian kepala SPPG dari BGN pusat.

‎“Untuk sementara kondisi dapur berhenti beroperasi. Kami sudah melapor ke KPPG Semarang, kemudian proses pengunduran diri dan pergantian kepala SPPG diajukan ke BGN,” pungkas Artika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *