Blora,– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan ruas Jalan Randublatung–Cepu akan dilakukan secara lebih menyeluruh pada tahun ini. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp34 miliar guna menangani kerusakan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Kepastian tersebut disampaikan setelah adanya penambahan anggaran melalui skema realokasi belanja daerah. Sebelumnya, perbaikan ruas jalan tersebut hanya mendapat alokasi sekitar Rp5,2 miliar. Namun, pemerintah provinsi kemudian menambah anggaran sekitar Rp28,7 miliar sehingga total dana yang tersedia mencapai Rp34 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan tambahan anggaran tersebut diberikan agar penanganan jalan dapat dilakukan secara lebih optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
”Total anggaran yang dialokasikan untuk ruas Randublatung–Cepu mencapai sekitar Rp34 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mempercepat penanganan jalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat,” ujarnya saat tinjau lokasi Rabu, (10/6/2026).
Ruas Randublatung–Cepu merupakan salah satu jalur strategis di Kabupaten Blora yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Tingginya mobilitas kendaraan, termasuk kendaraan bertonase besar, menyebabkan kondisi jalan di sejumlah titik mengalami kerusakan cukup parah.
Dalam pelaksanaannya, perbaikan akan menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement yang dinilai lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih lama dibanding metode perbaikan konvensional. Dengan konstruksi tersebut, pemerintah berharap kerusakan jalan dapat diminimalkan sehingga tidak memerlukan perbaikan berulang dalam waktu dekat.
Menurut Henggar, ruas jalan tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan pemerintah provinsi karena memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah dan kelancaran distribusi barang maupun jasa.
Sebelumnya, kondisi Jalan Randublatung–Cepu sempat menjadi sorotan setelah warga beberapa kali melakukan aksi protes menuntut perbaikan jalan. Kerusakan yang terjadi dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Dengan tambahan anggaran yang telah disiapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan ruas Randublatung–Cepu dapat diselesaikan pada tahun ini. Masyarakat pun berharap proyek tersebut berjalan sesuai rencana sehingga persoalan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan dapat segera teratasi.













