Blora – Tragedi kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, kembali memakan korban jiwa. Seorang balita berinisial AD (2) dilaporkan meninggal dunia setelah beberapa minggu menjalani perawatan intensif di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.
Perangkat Desa Gandu, Agus Rumanto, membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengatakan korban menghembuskan napas terakhir pada Kamis (11/9/2025) malam, meski waktu pastinya tidak diketahui.
“Informasi yang kami terima, korban meninggal tadi malam setelah Isya di rumah sakit. Jenazah sampai rumah duka malam harinya, lalu dimakamkan pagi ini di TPU desa,” ujar Agus, Jumat (12/9/2025). Di kutip dari Detik
Dengan meninggalnya AD, jumlah korban tewas akibat kebakaran sumur minyak ilegal yang terjadi pada Minggu (17/8/2025) lalu kini bertambah menjadi lima orang. Sebelumnya, empat korban lain yakni Wasini, Sureni, dan Yeti, meninggal akibat luka bakar parah.
Kebakaran hebat tersebut berlangsung selama tujuh hari dan menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp170 juta. Polisi pun telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, masing-masing SPR (46) selaku pemilik lahan, ST (45) calon investor asal Tuban, serta HRT alias GD (42) yang berperan sebagai pengebor.
Ketiga tersangka kini ditahan di Polres Blora bersama sejumlah barang bukti yang diamankan.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menegaskan pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus untuk mencegah peristiwa serupa terulang.













