Semarang, injateng.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di RT 3 RW X, Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025).
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Mohammad Saleh di rumah Ketua RW X, Suyoto. Saat penyaluran berlangsung, kawasan tersebut masih tergenang banjir dengan ketinggian antara 20–40 sentimeter. Air tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga.
Didampingi Ketua RW dan sejumlah rombongan, Mohammad Saleh menyusuri gang-gang yang masih tergenang untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan dari rumah ke rumah.
Di sela kunjungan, ia berdialog dengan warga guna mengetahui kondisi mereka secara langsung, sekaligus menyerap aspirasi terkait penanganan banjir yang menjadi persoalan menahun di wilayah Genuk.
Setelah menyerahkan paket bantuan, Mohammad Saleh menyampaikan keprihatinannya serta mendorong percepatan penanganan banjir oleh pemerintah daerah.
“Kami turut prihatin dengan kondisi warga Semarang yang terdampak banjir, khususnya di RW X Kelurahan Genuksari. Semoga banjirnya segera surut, dan kami berharap pemerintah secepatnya melakukan hal-hal yang sifatnya urgent untuk mengatasi masalah banjir ini. Kami akan terus mendorong pemerintah mencari solusi banjir laten di Semarang,” ujar Mohammad Saleh.
Ia berharap bantuan sembako tersebut dapat membantu meringankan beban warga.
“Bantuan sembako ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang terdampak banjir,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua RW X Genuksari, Suyoto, menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada warganya. Menurutnya, bantuan sembako sangat dibutuhkan, terlebih aktivitas masyarakat terganggu dan banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
“Bantuan sembako ini bisa menolong warga kami yang kebanjiran. Karena banyak pedagang yang tutup sehingga warga kesulitan untuk memperoleh bahan pangan. Adanya bantuan sembako ini sangat kami butuhkan dan penting untuk bisa menolong warga,” ujar Suyoto. (Adv)













