BeritaNasional

Polda Jatim Selidiki Dugaan Unsur Pidana di Balik Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

30
×

Polda Jatim Selidiki Dugaan Unsur Pidana di Balik Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memastikan akan mengusut dugaan adanya unsur pidana dalam peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo. Namun proses penyelidikan baru akan dilakukan setelah seluruh tahapan evakuasi korban dan pembersihan material selesai.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, mengatakan pihaknya masih fokus membantu proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi kejadian. Penegakan hukum akan dimulai setelah semua tahapan penanganan di lapangan tuntas.

“Nah, proses penegakan hukum tentu nanti akan kami lakukan setelah proses pembersihan, setelah proses pembongkaran material yang tersisa benar-benar selesai, benar-benar bersih. Dan ketika tidak ada aktivitas yang diperlukan lagi dan tidak ada sisa korban dalam bentuk jenazah ataupun bagian tubuh yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi,” ujar Jules, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, penyelidikan akan dimulai dari tempat kejadian perkara (TKP). Namun, pemeriksaan di TKP akan dilakukan secara hati-hati agar bukti-bukti yang tersisa tidak rusak atau terkontaminasi.

“Upaya penyelidikan atau penyidikan pasti diawali dengan olah TKP. Namun TKP seperti ini berbeda dengan tindak pidana lain, karena kita harus pastikan kondisi lapangan benar-benar aman dan steril,” tegasnya.

Selain olah TKP, penyidik juga akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan pembangunan dan pengelolaan ponpes tersebut. Termasuk pihak kontraktor, pengawas bangunan, dan pengurus ponpes untuk dimintai keterangan.

“Penyidik akan segera memulai penyelidikan setelah semua proses di lapangan dinyatakan selesai,” tambah Jules.

Sebelumnya, bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo dilaporkan ambruk pada Minggu malam dan menimpa sejumlah santri. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan evakuasi terhadap para korban. Hingga kini, proses pembersihan puing-puing bangunan masih berlangsung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *