PATI — Kondisi jalan di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, kembali menuai sorotan publik. Sejumlah foto dan video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan ruas jalan desa tersebut dipenuhi lubang besar yang tergenang air cokelat menyerupai lumpur. Tak sedikit warganet yang melontarkan kritik bernada satire dengan menyebut jalur itu sebagai “Wisata Mandi Lumpur Tanjungrejo.”
Pantauan dari unggahan warga menunjukkan, hampir di setiap meter jalan terdapat lubang menganga. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kolam kecil yang licin dan membahayakan. Kondisi ini membuat pengendara sepeda motor maupun mobil harus ekstra hati-hati saat melintas.
Jalan yang dikelilingi pepohonan dan lahan tebu itu merupakan akses vital masyarakat. Setiap hari, jalur tersebut dilalui oleh pelajar, petani tebu, hingga kendaraan pengangkut hasil panen. Namun ironisnya, kerusakan jalan disebut telah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan permanen.
Sejumlah warga mengaku resah dan khawatir akan keselamatan pengguna jalan. Mereka menilai, selain menghambat aktivitas dan perekonomian warga, kondisi jalan juga berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Kalau hujan begini susah sekali lewat, motor bisa selip. Harapannya segera diperbaiki, jangan cuma ditambal pakai tanah karena tidak bertahan lama dan malah jadi lumpur serta licin,” ujar salah satu warga Tanjungrejo.
Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar penanganan sementara. Menurut mereka, infrastruktur jalan yang layak sangat penting untuk menunjang mobilitas, keselamatan, dan roda perekonomian masyarakat desa.
Sambil menunggu langkah nyata dari pihak berwenang, masyarakat Tanjungrejo terus menyuarakan aspirasi mereka melalui media sosial dengan cara kreatif dan satire. Bagi warga, kritik tersebut bukan sekadar keluhan, melainkan bentuk kepedulian agar kondisi jalan tidak terus diabaikan dan segera mendapatkan perhatian serius.













