Blora, – Ribuan petani tebu di Kabupaten Blora menggelar aksi damai di Alun-alun Blora pada Kamis (2/4/2026). Mereka menuntut kejelasan operasional Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) milik Bulog untuk musim giling tahun 2026.
Aksi tersebut diikuti massa yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora. Mereka datang dengan konvoi sekitar 190 truk serta membawa tiga unit jonder atau alat pertanian sebagai simbol perjuangan petani tebu di daerah tersebut.
Ketua APTRI Kabupaten Blora, Sunoto, dalam orasinya menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah pusat, khususnya Direktur Utama Bulog dan Presiden. Ia meminta adanya pembenahan manajemen Pabrik Gula GMM agar dapat kembali beroperasi untuk mendukung penggilingan tebu petani.
Selain itu, para petani juga menuntut adanya pergantian manajemen apabila dinilai tidak mampu mengoptimalkan operasional pabrik. Bahkan, jika Bulog dianggap tidak sanggup mengelola pabrik tersebut, mereka meminta agar pengelolaan PG GMM diserahkan kepada pihak lain, seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) atau PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Menurut Sunoto, keputusan terkait masa depan pabrik gula tersebut berada di tangan Direktur Utama Bulog dan Presiden. Ia menilai persoalan ini tidak akan selesai jika tidak ditangani langsung oleh kedua pihak tersebut.
Sunoto juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan pertemuan pada 14 Januari lalu yang membahas rencana pembaruan mesin pabrik apabila usulan kepada pemerintah disetujui. Namun hingga kini para petani mengaku belum memperoleh kepastian.
“Petani hanya membutuhkan kejelasan dan penjelasan terkait keberlanjutan operasional pabrik gula ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengatakan pihaknya mengerahkan personel untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap berlangsung kondusif.
Ia menyebut pengamanan melibatkan anggota Polres, Kodim, serta instansi terkait lainnya guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib.
Selain itu, kepolisian juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Alun-alun Blora untuk mengantisipasi kemacetan akibat konsentrasi massa dan kendaraan peserta aksi. (Syae)













