Semarang,- Menjelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah mengingatkan masyarakat agar memperhatikan tata cara penanganan daging kurban demi menjaga kualitas dan keamanan konsumsi.
Koordinator Pokja Kesehatan Masyarakat Veteriner Distanak Jateng, drh Diana Dwi Ariantie, mengatakan distribusi daging kurban idealnya dilakukan secepat mungkin. Ia menyebut daging sebaiknya sudah diterima masyarakat maksimal empat hingga lima jam setelah proses penyembelihan guna mencegah pertumbuhan bakteri.
“Bakteri berkembang sangat cepat. Kalau terlalu lama, kualitas daging bisa menurun dan cepat busuk,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencuci daging sebelum disimpan di lemari pendingin. Menurutnya, air justru dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme apabila penanganannya kurang tepat.
“Daging tidak perlu dicuci sebelum disimpan. Cukup dilap kering lalu dimasukkan ke wadah bersih agar kualitasnya tetap terjaga,” kata Diana.
Selain itu, proses pencairan daging beku juga dianjurkan dilakukan secara bertahap dengan memindahkan daging ke bagian bawah kulkas sebelum dimasak.
“Kalau langsung dicairkan di suhu ruang terlalu lama, bakteri bisa berkembang. Jadi pencairannya harus perlahan,” tambahnya.
Distanak Jateng turut mengingatkan proses penyembelihan hewan kurban harus memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Penyembelihan dianjurkan dilakukan di rumah potong hewan, namun masih diperbolehkan di lingkungan masjid atau balai desa selama memenuhi standar kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Penanganan daging juga perlu diperhatikan, seperti menghindari kontak langsung dengan tanah serta memisahkan jeroan merah dan jeroan hijau untuk mencegah kontaminasi bakteri.
Pengemasan daging disarankan menggunakan wadah food grade seperti plastik bening atau besek, serta tidak mencampur daging sapi dan kambing dalam satu kemasan.













