BeritaPati

Demo Tolak Tambang di Pati Diwarnai Pembakaran Spanduk Gambar Kapolresta

7
×

Demo Tolak Tambang di Pati Diwarnai Pembakaran Spanduk Gambar Kapolresta

Sebarkan artikel ini
‎Massa mewarnai aksi dengan bakar banner bergambar foto Kapolresta Pati. (Istimewa)

Pati,- Aksi peringatan Hari Anti Tambang yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diwarnai pembakaran spanduk bergambar Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi. Aksi tersebut berlangsung di sekitar Pendopo Kabupaten Pati saat massa menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang yang dinilai merusak kawasan Pegunungan Kendeng, kemarin Kamis (29/5/2026).

Massa yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melakukan long march sambil menyampaikan berbagai tuntutan terkait penertiban tambang ilegal dan perlindungan lingkungan hidup. Dalam aksi itu, sejumlah peserta membakar spanduk bergambar Kapolresta Pati sebagai bentuk protes terhadap penanganan persoalan tambang yang dianggap belum tuntas.

‎Petugas yang berjaga di lokasi segera memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga pembakaran tidak berlangsung lama dan situasi tetap terkendali.

Koordinator JMPPK, Gunretno, menegaskan bahwa aksi pembakaran tersebut bukan bagian dari agenda resmi yang telah direncanakan oleh organisasinya. Menurutnya, selama ini JMPPK selalu mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan aspirasi.

‎“Bakar-bakar aku tidak mengetahui. Tapi irama JMPPK melakukan aksi dari tahun 2000-an mengedepankan dengan cara yang santun,” kata Gunretno.

‎Ia menilai tindakan tersebut muncul sebagai bentuk kekecewaan sebagian masyarakat terhadap belum tuntasnya penyelesaian persoalan tambang di wilayah Kendeng.

‎“Alarm besar karena dari semua sedulur kejengkelan terhadap persoalan yang tidak selesai. Tapi kami selama ini tetap mengedepankan cara-cara yang santun,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan itu, Gunretno juga menyoroti kondisi lingkungan di kawasan Pegunungan Kendeng yang menurutnya semakin terancam akibat aktivitas pertambangan.

“Faktanya kondisi ekologis di Pegunungan Kendeng sekarang semakin terancam dan semakin rusak,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut, massa mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas terhadap aktivitas tambang yang dinilai merusak lingkungan serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam dan kehidupan masyarakat di kawasan Kendeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *