BeritaBlora

Blora Viral Lagi! Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tulis Sindiran di Aspal Rusak

19
×

Blora Viral Lagi! Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tulis Sindiran di Aspal Rusak

Sebarkan artikel ini
Warga kecewa, aksi protes warga melalui tulisan di aspal. (Istimewa)

Blora,– Kondisi jalan rusak di Kabupaten Blora kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kekecewaan warga terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki diluapkan melalui tulisan bernada sindiran yang dicorat-coretkan di badan jalan.

‎Aksi tersebut terjadi di ruas jalan provinsi Cepu–Randublatung yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah tulisan tampak menghiasi permukaan jalan berlubang dan retak sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

‎Tulisan-tulisan itu kemudian menarik perhatian pengguna jalan dan viral di media sosial. Banyak warga menilai aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara.

‎Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kerusakan jalan juga disebut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pengguna jalan harus mengurangi kecepatan kendaraan untuk menghindari lubang, sementara kendaraan angkutan barang menghadapi risiko kerusakan yang lebih tinggi.

‎Keluhan mengenai ruas jalan Cepu–Randublatung sebenarnya bukan kali pertama disampaikan. Sebelumnya, persoalan tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Blora. Dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini bahkan secara langsung menyampaikan kondisi jalan tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

‎“Ada satu yang viral ini, Pak. Jalan Randublatung–Cepu hancur,” ujar Sri Setyorini saat menyampaikan aspirasi daerah dalam forum tersebut.

‎Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa berbagai persoalan infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat akan dilakukan pemetaan dan penanganan sesuai dengan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.

‎Meski demikian, warga berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap pendataan dan perencanaan. Mereka menginginkan langkah nyata berupa perbaikan jalan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar dan risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat diminimalkan.

‎Viralnya aksi protes tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan, sehingga keluhan yang selama ini berulang tidak kembali menjadi perbincangan publik di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *