BeritaBlora

Ribuan Batang Tebu Ditumpahkan di Depan PG GMM, Petani Blora Tagih Janji Kepastian Pabrik

14
×

Ribuan Batang Tebu Ditumpahkan di Depan PG GMM, Petani Blora Tagih Janji Kepastian Pabrik

Sebarkan artikel ini
Aksi tumpah tebu di Todanan, Blora. (Istimewa)

Blora,– Ribuan petani tebu di Kabupaten Blora menggelar aksi “Tumpah Tebu” dengan menumpahkan hasil panen mereka di depan kawasan Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM), Minggu (1/6/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk protes atas belum adanya kepastian operasional pabrik yang selama ini menjadi harapan para petani tebu di wilayah setempat.

‎Dalam aksi itu, massa membawa ribuan batang tebu menggunakan truk dan kendaraan bak terbuka sebelum menumpahkannya di depan area pabrik. Selain melakukan aksi simbolik, para petani juga menyampaikan orasi dan tuntutan agar pemerintah serta pihak terkait segera memberikan solusi konkret terhadap nasib petani tebu yang terdampak.

‎Salah satu perwakilan petani menyatakan bahwa aksi tersebut lahir dari kekecewaan yang telah lama dirasakan masyarakat. Menurutnya, ketidakjelasan operasional pabrik membuat petani mengalami kerugian dan kesulitan dalam memasarkan hasil panen.

‎“Kami hanya menagih janji dan meminta kepastian,” ujar perwakilan petani dalam aksi tersebut.

‎Petani menilai keberadaan PG GMM memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat. Tidak hanya petani tebu, tetapi juga buruh tebang, sopir angkutan, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas industri gula.

‎Massa juga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan kepastian mengenai masa depan industri gula di Kabupaten Blora.

‎“Kami memperjuangkan nasib wong cilik yang bergantung pada tebu,” tegas salah satu peserta aksi.

‎Para petani mengingatkan bahwa apabila tuntutan mereka tidak segera mendapatkan respons, bukan tidak mungkin aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali digelar. Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui langkah nyata, bukan sekadar janji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *