BeritaPekalongan

Bawaslu Pekalongan Gandeng Mahasiswa Menjadi Pengawas Partisipatif Pemilu

12
×

Bawaslu Pekalongan Gandeng Mahasiswa Menjadi Pengawas Partisipatif Pemilu

Sebarkan artikel ini
Pemaparan pemateri oleh Bawaslu Kab. Pakongan di UIN Gus Dur

Pekalongan,– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui program Bawaslu Mengajar, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan diajak berperan aktif dalam pengawasan partisipatif pemilu, Selasa (2/6/2026).

‎Kegiatan yang menghadirkan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan hubungan antara demokrasi, partai politik, dan sistem pengawasan pemilu dalam kerangka negara hukum.

‎Menurut Tohir, partai politik memiliki peran strategis sebagai sarana penyaluran aspirasi masyarakat sekaligus wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa. Namun, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu, melainkan juga oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya proses demokrasi.

‎“Mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki posisi strategis untuk menjadi agen edukasi, agen perubahan, sekaligus mitra pengawasan dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Tohir.

‎Selain membahas prinsip-prinsip dasar pemilu yang demokratis, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk pelanggaran pemilu, mulai dari politik uang, penyebaran hoaks dan disinformasi, hingga pelanggaran administrasi yang berpotensi merusak integritas proses demokrasi.

‎Tohir menegaskan bahwa tantangan pengawasan pemilu semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika politik. Karena itu, penguatan kesadaran hukum serta pengawasan partisipatif dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

‎Program Bawaslu Mengajar sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bawaslu untuk menggandeng kalangan akademisi dalam pendidikan politik dan pengawasan demokrasi. Kerja sama serupa antara Bawaslu dan UIN Gus Dur telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir guna mendorong partisipasi mahasiswa dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia.

‎Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori kepemiluan di ruang kelas, tetapi juga terlibat aktif sebagai pengawas partisipatif demi terciptanya demokrasi yang bersih, transparan, dan berkualitas.‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *