BeritaPemerintahan

Gubernur Jatim Bantah Isu PHK Massal di Gudang Garam, Sebut Hanya Pensiun Dini

71
×

Gubernur Jatim Bantah Isu PHK Massal di Gudang Garam, Sebut Hanya Pensiun Dini

Sebarkan artikel ini

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk, sebagaimana isu yang sempat ramai di media sosial. Ia menekankan bahwa yang terjadi hanyalah program pensiun dini yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan.

“Yang terjadi bukan PHK massal, melainkan program pensiun dini yang ditawarkan oleh manajemen PT Gudang Garam,” kata Khofifah, Selasa (9/9/2025).

Menurutnya, program pensiun dini tersebut sudah berjalan sejak lama dan hanya diikuti sebagian kecil pekerja. “Jumlah karyawan yang mengajukan pensiun dini ada sekitar 200 orang, dan prosesnya pun berlangsung bertahap,” jelasnya.

Isu PHK massal sebelumnya mencuat setelah beredar video viral di Instagram dan X (Twitter) yang memperlihatkan momen perpisahan pekerja di pabrik Gudang Garam Tuban, Jawa Timur. Video itu memicu spekulasi ribuan karyawan terkena PHK di tengah penurunan laba bersih perusahaan pada semester I-2025 yang anjlok hingga 87,3 persen menjadi Rp117,16 miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Sigit Priyanto, juga memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari program pensiun dini. “Kami sudah mengecek langsung ke lapangan. Ternyata memang ada penawaran pensiun dini dari manajemen. Hingga kini, sekitar 200 karyawan sudah mengajukan, dan semua hak mereka dipenuhi,” ungkapnya.

Manajemen Gudang Garam turut memastikan bahwa pabrik di Tuban tetap beroperasi normal dengan jumlah tenaga kerja sekitar 800–850 orang.

Meski demikian, data laporan tahunan perusahaan menunjukkan tren penurunan jumlah karyawan dalam lima tahun terakhir, dari 32.491 orang pada 2019 menjadi 30.308 orang pada 2024. Kondisi ini diduga berkaitan dengan restrukturisasi perusahaan akibat kenaikan tarif cukai rokok serta maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *