BeritaRembang

Rebutan Pacar Picu Aksi Perundungan Siswi SMP di Rembang, Kasus Viral di Medsos

117
×

Rebutan Pacar Picu Aksi Perundungan Siswi SMP di Rembang, Kasus Viral di Medsos

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Perundungan Siswa Sumber Gambar Aladokter

Rembang, Jawa Tengah – Video aksi perundungan (bullying) yang melibatkan siswi SMP di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Insiden yang terekam dalam video berdurasi 48 detik itu memperlihatkan seorang siswi mendapat perlakuan kasar dari teman sekelasnya saat jam istirahat.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMPN setempat, Siti Wachidah, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut dipicu persoalan rebutan pacar.

“Permasalahannya itu karena rebutan cowok. Pelaku saat ini berpacaran dengan siswa kelas VII, sementara korban sebelumnya juga pernah dekat dengan siswa yang sama,” jelas Siti saat ditemui di sekolah, Kamis (11/9/2025). Di kutip dari Detik

Korban diketahui berinisial NL, sementara pelaku ZH. Keduanya duduk di bangku kelas VIII. Adapun siswa laki-laki yang diperebutkan berinisial D, murid kelas VII.

Menurut Siti, pihak sekolah baru mengetahui kasus itu pada Rabu (10/9) sore dari informasi alumni dan orang tua murid. Usai kejadian, sekolah langsung mempertemukan kedua belah pihak. “Tadi pagi sudah ada pertemuan dengan orang tua. Anak-anaknya sebenarnya sudah saling memaafkan dan kembali bercanda seperti biasa. Justru orang tuanya sempat cekcok, tapi akhirnya juga berdamai,” ujarnya.

Meski begitu, orang tua korban tetap meminta tindak lanjut dari pihak sekolah. “Insyaallah akan segera dirapatkan,” tambahnya.

Kepala SMPN setempat, Sriyanta, membenarkan adanya kasus tersebut namun meminta detail kronologi dikonfirmasi ke guru BK.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’ atau Gus Hanies, menegaskan bahwa pemerintah daerah langsung menindaklanjuti laporan sejak Rabu malam.

“Tim dari Dikdikpora, Dinas Sosial, bersama jajaran di Kecamatan Kragan serta Polres sudah turun untuk menangani kasus ini,” terang Gus Hanies.

Kasus ini menjadi sorotan warganet setelah video diunggah akun Instagram @kabarrembang_ dan ramai diperbincangkan. Publik berharap pihak sekolah dan pemerintah dapat memberikan pendampingan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *