BeritaMagelang

Wali Kota Magelang beri bantuan balita autoimun kulit

91
×

Wali Kota Magelang beri bantuan balita autoimun kulit

Sebarkan artikel ini

Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada seorang balita penderita epidermolisis bulosa (EB) atau kelainan autoimun kulit di Kampung Jaranan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Rabu (17/9).

“Kami mengunjungi keluarga yang memiliki anak dengan kelainan autoimun. Pemerintah harus hadir, merasakan, dan peduli,” ujar Damar dalam keterangan tertulis Bagian Prokompim Pemkot Magelang.

Dalam kunjungan tersebut, Damar didampingi Wakil Wali Kota Sri Harso serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Istikomah. Mereka diterima langsung oleh kedua orang tua balita.

Selain memberikan bantuan, Damar juga menyampaikan motivasi kepada keluarga agar tetap optimistis.

“Semoga anak ini diberikan kesehatan dan bisa tumbuh normal,” ucapnya.

Ia menambahkan, kepedulian berbagai pihak sangat berarti bagi warga yang menghadapi kesulitan.

“Dukungan ini penting untuk meringankan beban keluarga sekaligus membantu pemerintah dalam penanganan masalah kesehatan dan sosial,” katanya. Di kutip dari Antara

Sementara itu, ayah pasien, Singgih, didampingi sang istri, Ifa, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia menuturkan bahwa putrinya yang masih berusia kurang dari satu tahun itu telah didiagnosis menderita epidermolisis bulosa sejak lahir.

“Awalnya hasil USG menunjukkan berat badan anak saya 2,8 kilogram, namun saat lahir turun menjadi 2,1 kilogram. Setelah observasi dokter, diketahui mengalami autoimun kulit,” jelasnya.

Saat ini, balita tersebut harus menjalani kontrol rutin di Poli Anak dan Poli Kulit RSUD Tidar Magelang. Kondisi fisiknya belum stabil dan asupan nutrisi diberikan melalui selang NGT.

“Kondisinya naik-turun, jadi kami harus terus menjaga asupan gizi dengan bantuan medis,” tambah Singgih.

Epidermolisis bulosa, yang kerap disebut penyakit kulit kupu-kupu, merupakan penyakit genetik langka yang membuat kulit penderita rapuh seperti sayap kupu-kupu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *