BeritaNasionalPemerintahan

Kopdes Merah Putih Berkembang Peseat Setelah di Pegang Menteri Baru Ferry Juliantono

82
×

Kopdes Merah Putih Berkembang Peseat Setelah di Pegang Menteri Baru Ferry Juliantono

Sebarkan artikel ini
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meninjau Kopdes Merah Putih Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (13/9/2025). ANTARA/HO-Kemenkop/aa.

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan perkembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih semakin pesat dan memberikan keuntungan nyata bagi warga. Menurutnya, hasil usaha yang kembali ke anggota mayoritas warga desa sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa.

“Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menginginkan Kopdes Merah Putih berperan signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa,” kata Ferry saat kunjungan di Tuban, Jawa Timur, Sabtu.

Sebagai contoh, Kopdes Merah Putih di Desa Pucangan, Tuban, telah memiliki sekitar 1.200 anggota dari total 4.000 penduduk usia produktif. Artinya, sekitar 20 persen masyarakat desa sudah aktif dalam koperasi, dan jumlah itu diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat koperasi.

Kopdes Merah Putih Pucangan merupakan bagian dari inisiatif penguatan ekonomi berbasis pesantren dan desa. Koperasi ini memproduksi santan dengan aset dan omzet yang ditaksir mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah.

Pengembangan koperasi tersebut mendapat bimbingan dari Pondok Pesantren Sunan Drajat yang telah berpengalaman dalam mengelola usaha koperasi berskala besar. “Pesantren berperan sebagai pembina dan mentor bagi koperasi desa yang baru berkembang, mentransfer pengetahuan serta pengalaman agar pengelolaan semakin kuat,” ujar Ferry. Di kutip dari Antara

Lebih lanjut, Kemenkop tengah menyiapkan program Business Assistant (BA) untuk membimbing pengurus dan karyawan koperasi desa. Dukungan juga datang dari sejumlah BUMN, seperti BRI melalui fasilitas BRI Link guna menarik minat masyarakat, serta Pertamina, ID Food, dan Bank Himbara yang memberikan pelatihan terkait pencairan plafon pinjaman.

Menariknya, data pengawas menunjukkan Kopdes Merah Putih sudah mampu meraih keuntungan hingga 50 persen meskipun belum menerima pencairan plafon pinjaman dari pemerintah. “Hal ini menunjukkan tingginya semangat masyarakat desa untuk berproduksi melalui koperasi,” imbuhnya.

Ferry berharap pemerintah daerah dan provinsi terus memberi dukungan agar pengembangan Kopdes Merah Putih semakin masif. Saat ini, lebih dari 100 koperasi telah beroperasi di Jawa Timur dan menjadi motor penggerak ekonomi desa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *