BeritaKendalSemarang

Konflik Agraria Belum Usai, Petani Kendal Pertanyakan Keberpihakan Pemerintah

7
×

Konflik Agraria Belum Usai, Petani Kendal Pertanyakan Keberpihakan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Aksi kekecewaan petani ke pemerintah Pemprov Jateng. (Istimewa)

Kendal,– Konflik lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Kabupaten Kendal masih menyisakan ketidakpastian bagi para petani. Nasib petani yang terdampak, memunculkan pertanyaan terkait keberpihakan dari pemerintah. Sehingga, kekecewaan itu disampaikan dalam bentuk aksi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah beberapa hari yang lalu, Semarang, Senin (8/6/2026).

Salah seorang petani, Rofi’i, mengaku kecewa karena harapan akan hadirnya solusi atas konflik agraria tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Menurutnya, persoalan yang dihadapi petani tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan lahan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

“Kami berharap ada perubahan dan perhatian yang lebih serius terhadap persoalan ini. Namun sampai sekarang konflik lahan yang kami hadapi belum juga menemukan penyelesaian yang jelas,” ujarnya.

Para petani menilai konflik yang berlarut-larut telah berdampak pada aktivitas pertanian dan menimbulkan ketidakpastian bagi masa depan mereka. Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah lebih konkret untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa yang terjadi.

Mereka juga meminta adanya ruang dialog yang melibatkan seluruh pihak terkait agar solusi yang dihasilkan dapat memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat.

“Yang kami butuhkan bukan sekadar janji, tetapi langkah nyata. Kami ingin ada kepastian dan keadilan bagi petani yang selama ini terdampak konflik lahan,” kata seorang petani lainnya.

‎Menurut para petani, penyelesaian konflik agraria merupakan bagian penting dari upaya melindungi hak-hak masyarakat kecil. Karena itu, pemerintah diharapkan dapat hadir sebagai mediator yang mampu menjembatani kepentingan berbagai pihak dan menghadirkan solusi yang berkeadilan.

Persoalan agraria di Kendal kembali menjadi sorotan publik karena menunjukkan masih adanya sengketa lahan yang belum terselesaikan. Para petani berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut dan segera mengambil langkah konkret agar konflik yang telah berlangsung lama dapat menemukan titik terang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *