BeritaBlora

Program Bongkar Ratoon Tebu di Blora Sisakan Persoalan, Petani Keluhkan Sejumlah Kendala ‎

9
×

Program Bongkar Ratoon Tebu di Blora Sisakan Persoalan, Petani Keluhkan Sejumlah Kendala ‎

Sebarkan artikel ini
Kebun tebu di wilayah Kabupaten Blora

Blor mulai dari aspek teknis hingga dukungan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai kebutuhan petani.

Program bongkar ratoon merupakan upaya peremajaan tanaman tebu dengan mengganti tanaman lama yang produktivitasnya menurun menggunakan bibit baru yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani tebu.

Namun, di tengah pelaksanaannya, sejumlah petani mengaku masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan biaya pengolahan lahan, proses pelaksanaan program, hingga harapan agar bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

‎Salah seorang petani tebu mengaku mendukung program tersebut karena memiliki tujuan yang baik bagi pengembangan sektor pertebuan. Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program.

“Program bongkar ratoon ini sebenarnya baik untuk meningkatkan produktivitas tebu. Namun dalam pelaksanaannya masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi agar petani tidak dirugikan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah petani lainnya. Mereka berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada pencapaian target luas lahan yang diremajakan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan petani sebagai pelaksana utama program di lapangan.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya mengejar target luasan bongkar ratoon, tetapi juga memastikan kebutuhan dan kondisi petani di lapangan benar-benar diperhatikan,” kata salah satu perwakilan petani tebu.

Menurut para petani, keberhasilan program seharusnya tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibongkar dan ditanami kembali, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.

‎Mereka juga meminta adanya pendampingan yang lebih intensif dan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat yang maksimal bagi petani tebu di Blora.

‎”Petani mendukung upaya peningkatan produktivitas tebu, tetapi pelaksanaannya harus transparan, tepat sasaran, dan tidak menambah beban biaya bagi petani,” tegas perwakilan petani.

‎Dengan berbagai masukan yang muncul dari lapangan, pemerintah diharapkan dapat melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan program bongkar ratoon. Langkah tersebut dinilai penting agar tujuan meningkatkan produktivitas tebu dapat tercapai tanpa mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak sektor perkebunan tebu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *