BeritaJepara

Longsor Susulan di Jepara Tutup Total Jalan Damarwulan–Tempur

272
×

Longsor Susulan di Jepara Tutup Total Jalan Damarwulan–Tempur

Sebarkan artikel ini
Tanah longsor di Jalan Damarwulan–Tempur, tepatnya setelah tanjakan Leki, Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. (Istimewa)

Jepara,  – Bencana tanah longsor kembali melanda Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Longsor tersebut menutup total akses Jalan Damarwulan–Tempur yang menjadi jalur utama penghubung menuju Desa Tempur.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan peristiwa ini merupakan longsor susulan setelah sebelumnya terjadi kejadian serupa di wilayah tersebut.

“Longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi beberapa hari terakhir, ditambah kondisi tanah yang memang labil,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan titik longsor berada di ruas Jalan Damarwulan–Tempur, tepatnya setelah tanjakan Leki, Desa Damarwulan. Material longsor berasal dari tebing setinggi sekitar 100 meter dengan lebar kurang lebih tiga meter.

Tanah dan bebatuan yang runtuh menutup seluruh badan jalan dan menyebabkan kerusakan pada ruas jalan tersebut. Akibatnya, akses utama masyarakat dari Desa Damarwulan menuju Desa Tempur tidak dapat dilalui.

Untuk sementara waktu, jalur tersebut ditutup total guna menghindari risiko bagi pengguna jalan.

Sebagai alternatif, masyarakat yang hendak menuju Desa Tempur diarahkan melalui jalur Kaliombo–Rimong lewat Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Namun jalur tersebut memiliki jarak tempuh lebih jauh dengan kondisi jalan sempit serta banyak tikungan tajam.

BPBD Jepara bersama instansi terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari asesmen di lokasi, koordinasi lintas instansi, pengerahan sumber daya darurat, hingga pelaporan kepada pimpinan daerah. Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi adalah alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.

Camat Keling Lulut Andi Ariyanto menambahkan bahwa longsor kali ini merupakan susulan dari kejadian sebelumnya yang terjadi pada Selasa (10/3) pukul 21.30 WIB. Karena potensi longsor masih ada, jalur tersebut masih ditutup sementara.

“Petugas BPBD bersama warga sudah melakukan pengecekan ke bagian atas lokasi untuk memastikan kondisi aman sebelum alat berat dikerahkan,” katanya.

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Camat Cluwak serta Kepala Desa Medani terkait penggunaan jalur alternatif bagi warga. Selain itu, muncul usulan agar Pemerintah Kabupaten Pati turut mendorong pelebaran jalan Rimong–Kaliombo yang selama ini dikenal sempit dan memiliki banyak tikungan tajam.

Di sisi lain, relawan dari Desa Tempur juga dilibatkan untuk membantu pengamanan di sejumlah titik rawan, terutama di jalur turunan dan tikungan tajam yang hanya dapat dilalui satu kendaraan.

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pada Jumat (27/3) pagi hingga pukul 10.00 WIB dilaporkan cerah. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *