Blora, — SMP Negeri 3 Blora, Jawa Tengah, menerima Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp2,09 miliar untuk peningkatan sarana dan prasarana (sarpras). Bantuan ini tidak hanya mendorong pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas sekolah dalam mengelola program bantuan pemerintah secara lebih profesional.
Kepala SMPN 3 Blora, Trimo, menjelaskan bahwa bantuan tersebut sejatinya dialokasikan untuk tahun anggaran 2025, namun pelaksanaannya baru dimulai pada 2026 setelah pencairan anggaran dilakukan pada 9 Desember 2025.
“Pelaksanaan dimulai Januari 2026 dan ditargetkan selesai dalam 120 hari kalender, dengan penyesuaian selama bulan Ramadhan dan Lebaran,” ujarnya.
Dana Banpres yang bersumber dari APBN melalui skema Bantuan Kemasyarakatan Presiden dimanfaatkan untuk membangun tiga ruang kelas baru, satu ruang tambahan, serta fasilitas pendukung seperti toilet. Peningkatan ini diharapkan mampu menunjang kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
Trimo menegaskan bahwa bantuan tersebut diperoleh melalui mekanisme usulan berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga mendorong sekolah lebih aktif dan adaptif dalam mengakses program pemerintah.
“Ini menjadi pembelajaran penting bagi kami, mulai dari proses perencanaan, pengajuan, hingga pelaksanaan program,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, proyek pembangunan juga mendapat pendampingan dari koordinator wilayah dan tim teknis, sehingga pengelolaan berjalan lebih terarah dan akuntabel. Selain itu, pengerjaan proyek turut melibatkan tenaga kerja lokal, yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Koordinasi lintas pihak juga terus dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan dan pengawasan berlangsung optimal.
Tak hanya SMPN 3 Blora, program Banpres ini juga menyasar sejumlah sekolah lain di Kabupaten Blora, seperti SMPN 3 Kunduran, SMPN 3 Jiken, SMPN 1 Menden, SMPN 2 Kedungtuban, SMAN 1 Jepon, SMK Pelita Japah, dan SMK Muhammadiyah Kedungtuban.
Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan infrastruktur dan tata kelola sekolah secara berkelanjutan. (Red)













