BeritaNasionalPolitik

Jawab Tuntutan BEM UI, Istana Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan

10
×

Jawab Tuntutan BEM UI, Istana Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).

Jakarta,- Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan meskipun menjadi salah satu tuntutan yang disuarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dalam aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, Jumat, 12/6/2026 lalu.‎

‎Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan pemerintah memilih melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelola program dibanding menghentikannya secara keseluruhan. Menurutnya, manfaat program MBG telah dirasakan langsung oleh berbagai kelompok penerima, mulai dari anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

‎”Program ini menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, evaluasi akan dilakukan, tetapi programnya tidak dihentikan,” ujar Qodari dalam keterangan Bakom, dikutip Minggu,14/6/2026.

‎Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas aksi demonstrasi yang digelar BEM UI dan sejumlah elemen mahasiswa di Jakarta. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, salah satunya meminta penghentian Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

‎Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat berbagai persoalan dalam implementasi program MBG di lapangan. Oleh sebab itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran. Pemerintah juga memutuskan menghentikan sementara proses pembangunan serta persiapan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum beroperasi sebagai bagian dari proses penataan ulang program.

‎Menurut Qodari, langkah tersebut dilakukan agar pemerintah dapat melakukan audit dan pemeriksaan lebih mendalam terhadap berbagai aspek pelaksanaan program, termasuk data penerima manfaat, kesiapan fasilitas, standar kualitas gizi, hingga tata kelola pelaksanaannya.

‎Di sisi lain, mahasiswa menilai program MBG perlu dievaluasi secara fundamental karena dianggap membebani anggaran negara di tengah berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat. Selain isu MBG, demonstran juga menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat.

‎Pemerintah tetap berpandangan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memperbaiki tata kelola dan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang menjadi sasaran utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *